BENARKAH AIR PUNYA KULIT?
Air punya kulit? Ah kedengarannya kok aneh masak ada sih air punya kulit seperti makluk hidup saja. Mungkin kalian tak percaya. Kalau tidak percaya mari kita buktikan.
Alat-alat
1. Bak air
2. Air secukupnya
3. Jarum
Cara melakukan
1. Isilah bak air dengan air secukupnya
2. Ambil jarum yang masih kering kemudian masukkan jarum dengan posisi melintang (mendatar). Ingat dalam memasukkan harus hati-hati. Jangan sampai dimasukkan secara vertikal. Sebab bisa-bisa kulit air akan tertembus jarum karena sangat tipis.
3. Amati percobaan yang kalian lakukan!
Waw… ternyata benar bahwa jarum tidak tenggelam. Mengapa demikian?
Jarum tetap tertahan oleh air, ini lebih disebabkan karena ulah kulit air. Tentu saja ketika memasukan jarum secara sembarangan kulit air akan terusak oleh jarum. Bayangkan saja kulit air itu sangat tipis. Apabila jarum di letakakan pada posisi vertikal kulit air akan ditekan oleh jarum yang sangat besar. Tekanan jarum itu besarnya sebanding dengan berat jarum dan berbanding terbalik dengan luas penampang jarum yang menekannya. Misalnya batas kemampuan menerima tekanan kulit adalah 1000 dyne/cm , dan panjang jarum 4 cm dan diameter penampang jarum 0,35 cm sedang massa jarum 0,5 gr. Kita akan mengetahui berapa besar tekanan jarum pada posisi-posisinya. Pada posisi melintang akan ditemukan besar tekananya adalah 357 dyne/cm dan pada posisi vertikal nilainya adalah 28570 dyne/ cm . Sekarang kalian bandingkan dengan kemampuan menahan tekanan didalam air. Pada posisi melintang ternyata nilainya lebih sedikit bila dibandingkan kemampuan menahan tekanan yang dimiliki kulit. Sehingga kulit air tidak akan rusak. Sedang pada jarum yang posisinya vertikal ternyata tekanan air jauh lebih kecil dari tekanan yang dimiliki jarum pada posisi vertikal.

Iklan