LUAR ANGKASA DAN  ATMOSFER BUMI

Oleh

TRI BUDIYONO

Lapisan ini merupakan lapisan selubung bumi yang berwujud gas. Di dalamnya banyak sekali teka-teki yang harus kita pecahkan meskipun ada beberapa hal yang sudah diketahui.
Wujudnya memang transparant, tetapi semua yang ada di bumi pasti dapat merasakan bahwa mereka selalu ada, jika mereka tidak ada di sekitar kita, kehidupan akan dibuat tidak bernafas, bahkan manusia dan kebanyakan hewan dan tumbuhan tidak bisa hidup. Maka sebaiknya tidak berbuat jahat kepadanya, dan kita memang harus menjaganya. mereka selalu didekat dan mereka selalu kita butuhkan.

Udara Ya.. udara…. Sesungguhnya apakah udara itu? Udara adalah suatu lapisan yang terdiri dari molekul-molekul yang menyelimuti bumi dan tertahan oleh grafitasi bumi. Udara terdiri atas 99% molekul-molekul nitrogen dan oksigen. Kita tidak dapat melihat udara. Molekul-molekul udara saling terpisah begitu jauh sehingga kita memandang melalui ruang kosong. Untuk dapat melihat benda tentu kita harus dapat melihat kumpulan molekul-molekul benda tersebut. Ukuran molekul-molekul udara 1/1000 x molekul benda yang kita lihat. Oleh karena itu kita sangat kesulitan melihat udara. Udara itu ada tetapi udara kasat mata. (termasuk barang transparan). Tingkat trasparasi udara ini dapat berkurang. Apabila udara terkena pencemaran (polusi). Ada beberapa contoh tentang pencemaran udara. Kita dapat melihat asap karena udara tercemari oleh karbon dioksida. Kita dapat melihat uap karena udara mengandung air. Itulah sebabnya mengapa di kota-kota besar memiliki tingkat pencemaran udara paling tinggi, semuanya lebih disebabkan karena polutan di kota besar lebih banyak jumlahnya. Di kota besar banyak berdiri pabrik. Di kota besar itu juga banyak kendaraan yang lalu lalang. Udara memang berada dipermukaan bumi. Udara akan selalu ada di permukaan bumi, memang karena asal-usul bumi berasal dari bola gas yang sangat panas. Tetapi bola gas tersebut perlahan-lahan memadat. Nah pernahkah kalian melihat es krim? Es krim dibuat karena proses menggerakan dengan cara memutar bahan secara terus menerus dan diantaranya terdapat proses pendinginan. Ketika proses memadat, sebagian gasnya berubah menjadi udara. Udara itu membentuk lapisan yang meyelubungi bumi yang dalam ilmu geografi dan geofisika disebut lapisan atmosfer.
Lapisan atmosfer tersusun atas beberapa lapisan. Paling bawah disebut troposfer. Lapisan troposfer memiliki ketinggian 0 km s.d. 12 Km dari permukaan bumi. Keadaan cuaca di Bumi lebih banyak prosesnya ditentukan dan diramalkan melihat dari kejadiannya di lapisan troposfer. Pada lapisan ini terdapat hampir seluruh uap air, dan setiap naik 1 km suhunya akan turun 6,5 C . Lapisan atmosfer diatas lapisan troposfer adalah lapisan stratosfer. Antara troposfer dan stratosfer dipisahkan oleh lapisan tropopaus yang tebalnya 12 km. Pada lapisan troposfer tidak terjadi campuran udara secara vertikal, maka semakin naik suhunya makin panas dikarenakan pada lapisan stratosfer terdapat ozon (O ) yang bersifat menyerap panas sinar radiasi ultraviolet. Ozon ini mempunyai daya serap yang kuat, maka ozon merupakan pelindung bumi. Ozon bekerja mengurangi panas yang diterima bumi. Lapisan diatas troposfer adalah mesosfer. Antara stratosfer dan mesosfer dipisahkan oleh lapisan stratopaus yang tebalnya 24 km dan pada lapisan ini memiliki panas maksimal. Pada lapisan mesosfer ketinggiannya antara 45 km sampai 75 km. Suhunya mencapai 145 C karena pada lapisan mesosfer tidak terdapat ozon. Sedang lapisan di atas mesosfer adalah termosfer tingginya 180 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini terdapat peristiwa ionisasi akibat adanya radiasi matahari yang bersifat melepasan elekron dan akan menghasilkan atom-atom netral. Hal ini mampu menyebabkan konsentrasi gas dalam tiap-tiap cm akan tetap. Lapisan termosfer karena terjadi ionisasi maka lapisan ini juga disebut lapisan ionosfer, sehingga terbentuknya lapisan ionosfer ini tergantung kebebasan radiasi matahari. Ionosfer mempunyai peranan penting dalam hubungan radio setelah terpantul ditangkap oleh antene di bumi. Kemudian lapisan atmosfer yang paling luar adalah lapisan eksosfer. Pada lapisan yang tingginya antara 800 km sampai 1000 km ini memiliki gaya berat sangat kecil, maka bagian-bagian udara dapat keluar kedalam ruang kosong dan karena renggangnya benturan-benturan lebih disebabkan oleh tabrakan partikel bagian udara bukan tumbukan antara zat udara yang mampu menghasilakan air.
Udara tidak hanya tersusun oleh oksigen saja tetapi didalamnya mengandung berbagai zat. Udara terdiri dari campuran debu, gas dan uap air. Campuran itu tak berwarna dan tak dapat dilihat. Jumlah uap air tidak sama di suatu tempat. Bahkan pada suatu tempat uap air selalu berubah setiap saat. Kandungan zat tersebut mempunyai bermacam-macam yang memiliki perbandingan antara lain: Nitrogen sebanyak 78%, Oksigen sebanyak 21 %, Argon sebanyak 0,9 %, karbon dioksida sebanyak 0,03% dan zat lain: krypton, neon, hydrogen, helium, ozon sebanyak 0,07%.
Banyak sekali fungsi lapisan ini dalam kehidupan. Masing-masing memiliki peranan sendiri-sendiri sebagai contoh karbondioksida di samping berfungsi untuk mengadakan fotosintesis, karbondioksida juga berfungsi sebagai penyimpan panas yang dipancarkan bumi hingga tidak begitu lenyap ke angkasa, argon dapat dipakai mengisi lampu pijar, neon berguna dalam pengisian lampu neon, helium dan hydrogen biasa digunakan untuk mengisi balon dan pesawat zeplin karena masanya sangat ringan, nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat pupuk, oksigen diperlukan dalam pembakaran, uap air dapat berkumpul menjadi awan akhirnya berubah menjadi hujan. Air hujan meresap ke dalam tanah dan akan keluar lagi menjadi mata air.

WAJAH LAPISAN ATMOSFER DARI PERMUKAAN BUMI

Wajah atmosfer bumi memang aneh-aneh . Bila terkena sinar matahari dilihat dari permukaan bumi dapat menyejukan hati karena sangat rupawan. Namun demikian ketika mereka menggumpal hitam sungguh sangat menyayat dan menakutkan. Mereka selalu bergerak seperti kuas memwarnai selubung bumi. Sungguh kita akan berdecak kagum atas karya Yang Maha Kuasa ini.
Awan! Begitulah namanya. Sudah sejak lama manusia ingin mengenalnya. Bahkan ilmu yang mempelajari tentang awan juga ada namanya nefologi.
Keluarga awan menurut ilmu nefologi dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok awan rendah, awan tengah, awan tinggi dan awan vertikal. Berdasarkan empat kelompok ini, para ahli nefologi telah berhasil berkenalan dengan 100 jenis awan
Awan memang sering berubah bentuk . Awan terbentuk dari titik air. Kadang ada juga berupa titik-titik es atau kristal. Titik air dan es itu berasal dari air yang berada di permukaan planet bumi.
Air bisa berasal dari dari aliran sungai, rawa, danau, bendungan, laut atau dari samudra. Ada juga yang berasal dari gletser dipuncak gunung yang tinggi adapula yang berasal dari es di kutup bumi. Bahkan asal nyapun dapat dari tumbuhan, keringat dan air dari kotoran hewan atau manusia. Semua air itu akan terbang ke langit karena jenis air bila terkena panas akan menguap. Memang air akan berubah wujud. Air akan berubah dari wujud cair menjadi gas. Ketika uap air telah mencapai ketinggian tertentu di atmosfir, uap air itu akan terjadi kondensasi atau proses pengembunan. Hal ini dapat terjadi karena uap air mengalami pendinginan dan uap air akan melepaskan kalor yang dimilikinya .Bahkaan bila suhunya 0 C, uap air itu akan terjadi kristalisasi, di mana akan berubah menjadi kristal es.
Air dan es itu bisa mengembang di angkasa karena masa jenisnya sangat kecil dan lebih kecil dari masa jenis udara di atas permukaan bumi. Merekalah yang kita lihat sebagai awan. Nah yang membuat awan berubah menjadi berbagai bentuk karena tiupan angin. Bilamana anginya semakin besar, mereka tak bisa mengembang lagi awan akan jatuh ke bumi menjadi hujan.
Dimuka disampaikan bahwa kelompok awan terdapat empat kelompok, awan rendah; awan ini sering kita lihat berada kurang dari 2 Km di atas permukaan tanah. Biasanya menyelimuti langit. Warnanya abu-abu. Ketika awan itu menyentuh tanah, orang biasa menyebutnya kabut. Anggota keluarga awan rendah diantara nya stratus, nimbostratus, cumulus humilis, cumulus dan stratocumulus.
Gambar awan Kelompok awan rendah.

Ilustrasi by trie
Kabut
Awan tengah; awan ini tinggal 2 Km sampai dengan ketinggian 6 km di atas permukaan tanah dan warnanya putih. Anggota keluarga awan tengah biasanya diberi nama dengan awalan alto. Contohnya altostratus, altocumulus dan altocumulus macherel sky.
Gambar Awan Kelompok tengah

loading
Awan alto cumulus
Awan tinggi; awan ini berada lebih dari 8 km dari permukaan tanah, pada ketinggian ini air akan membeku. Anggotanya cirrus, cirrus uncinus, cirrostratus dan cirrocumulus.
Gambar awan kelompok tinggi

Ilustrasi by trie

loading
Awan cirrocumulus
Gambar awan Vertikal

Ilustrasi by trie
Awan cumulonimbus

Awan vertikal awan ini terkenal dengan julukan kapala petir (thunderheads) awan ini merupakan awan yang mampu memberikan isyarat bahwa akan terjadi hujan yang deras, bahkan kadang disertai badai.

Iklan