Keberhasilan pengajaran fisika dan kimia ini ditentukan oleh besarnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, makin aktif siswa mengambil bagian dalam kegiatan pembelajaran, maka makin berhasil kegiatan pembelajaran tersebut. Tanpa aktivitas belajar tidak akan memberikan hasil yang baik.

Pada kenyataannya, guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas cenderung berlangsung secara konvensional atau menggunakan strategi pembelajaran tradisional. Artinya guru mentransformasi ilmu pengetahuannya dengan menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran berpusat pada guru (Teacher Centered). Padahal menurut Kurikulum KTSP, kegiatan belajar mengajar harus berpusat pada siswa yang artinya siswa harus lebih aktif menggali informasi sendiri.

Dalam mempelajari konsep atom baik di SLTP maupun SLTA siswa kurang bisa memahami.  apalagi atom merupakan bagian materi yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sehingga untuk menjelaskan perlu pemikiran yang abstrak dan itu tidak mudah untuk memahaminya.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas, perlu diupayakan suatu alat peraga atau alat simulasi model atom yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Upaya inovasi pembelajaran tentang konsep atom  terus dilakukan. Salah satunya  menambahkan alat peraga yang telah ada dengan alat peraga baru sehingga mampu meningkatkan efektifitas belajar siswa. Selanjutnya kita kenalkan sebagai KIT KONEL ATOM

KIT ATOM  terdiri dari 3 bagian yaitu  Papan konel atom, Molymod dan Sistem periodic unsure

Iklan