Tawuran ? ah… dengar saja sudah bisa diterka…. yang melakukan adalah bukan orang-orang terpelajar. Mereka tidak menggunakan asas-asas keilmuan. mereka jauh menggunakan prinsip demokrasi bahkan jauh dari kebenaran agama. Mengapa? Karena tawuran menggunakan pola pikir pokokke….jare aku aku adalah paling benar, aku paling hebat, aku paling kuat, aku bisa. Tetapi apakah pola pikir itu benar? Tapi sayang mengapa pola pikir itu tidak segera diambil tindakan tegas? 

Aneh memang di negeri ini. Terkadang kebijakan-kebijakan yang diambil para pemimpin kita cenderung kurang mendukung ketegasan. Lihat saja kebijakan-kebijakan itu.Ketika murid diambil tindakan saat salah dan tindakan itu sedikit diputar balikkan oleh siswa wuh…pastilah guru-guru menjadi obyek cercaan. Padahal guru-guru itu pastilah yang memperhatikan keberadaan anak, Guru yang seperti itu diyakini mereka sangat peduli terhadap anak didik mereka. Coba anak yang melakukan tindakan kesalahan tanpa dikontrol apa yang akan terjadi …duh mereka akan melakukan kesalahan yang lebih besar lagi.  Coba kalau salah lakukan hukuman. Kalau baik/berprestasi berikan reward, Jangan pandang bulu. Sangat diyakini mereka akan baik-baik saja. Mereka akan berlomba-lomba untuk berprestasi. Mereka akan takut melakukan kebrutalan, mereka akan takut menggunakan pola pikir pokoke yang jauh dari asas kebaikan.

*ty

Iklan