KONEL ATOM

Oleh

TRI BUDIYONO, S.Pd.

Kepala SMP N 2 Gunem – Plt SMK N 1 Gunem

 

  1. Pendahuluan

Pendidikan pada dasarnya suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya, sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan dengan sikap terbuka serta pendekatan-pendekatan yang kreatif tanpa harus kehilangan identitas dirinya. Sekolah merupakan bagian dari sistem pendidikan formal yang mempunyai aturan-aturan jelas atau lebih dikenal dengan GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) sebagai acuan proses pembelajaran dan guru sebagai fasilisator yang berperan dalam keberhasilan seorang siswa, sehingga guru harus tepat dalam memilih metode pembelajaran yang akan digunakan.

Kimia dan Fisika  merupakan salah satu cabang ilmu IPA yang berperan sangat esensial dalam perkembangan sains dan teknologi. Oleh karena itu, siswa dituntut untuk menguasai materi pelajaran fisika dan kimia secara tuntas. Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran kimia yang tercantum dalam kurikulum 2006,

konsep kimia untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi secara ilmiah”. (Depdiknas, 2004)

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pengajaran kimia dan fisika  harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang diharapkan.

Keberhasilan pengajaran fisika dan kimia ini ditentukan oleh besarnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, makin aktif siswa mengambil bagian dalam kegiatan pembelajaran, maka makin berhasil kegiatan pembelajaran tersebut. Tanpa aktivitas belajar tidak akan memberikan hasil yang baik.

Pada kenyataannya, guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas cenderung berlangsung secara konvensional atau menggunakan strategi pembelajaran tradisional. Artinya guru mentransformasi ilmu pengetahuannya dengan menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran berpusat pada guru (Teacher Centered). Padahal menurut Kurikulum KTSP, kegiatan belajar mengajar harus berpusat pada siswa yang artinya siswa harus lebih aktif menggali informasi sendiri.

  1. Permasalahan

Dalam mempelajari konsep atom baik di SLTP maupun SLTA siswa kurang bisa memahami.  apalagi atom merupakan bagian materi yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sehingga untuk menjelaskan supaya paham tentang materi atom yang abstrak guru perlu mencari solusinya agar konsep atom bisa dipahami lebih mudah

  1. Pembahasan

Permasalahan tentang kesulitan pemahaman konsep atom menurut penulis perlu diupayakan suatu alat peraga atau alat simulasi model atom yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa.  Oleh penulis membuat/berinovasi alat peraga  yang  kita kenalkan sebagai KIT ATOM

KIT ATOM  terdiri dari 3 bagian yaitu  Papan konel atom, Molymod dan Sistem periodic unsure

Molymod dan system periodic unsure mungkin  sudah kita kenal, tetapi tentang papan konel atom dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pembuatan Papan Konel Atom

  1. Bahan
  2. Kayu /plastic
  3. Cara Pembuatan
  4. Buatlah Papan berbentuk tabung dengan tebal minimal 4 cm dengan diameter minimal 20 cm
  5. Papan tersebut buatlah tingkat kulit minimal 4 tingkat kulit dengan lingkaran 4 bagian dengan jarak yang sama sesuaikan kaidah keindahan alatnya.
  6. Buat tempat electron (hole) pada bagian kulit sesuaikan dengan model electron  yang    berbentuk  bola dengan diameter sebesar  kelereng  (2 cm)
  • Lingkaran inti adalah tempat nukeon (inti atom) yang terdiri dari proton dan neutron. Sebaiknya inti dibuat 2 bulatan menonjol.
  • Pada lingkaran kedua dari inti (dalam) sebagai kulit K buatlah sebanyak 2 buah cekungan tempat electron
  • Pada lingkaran ketiga dari inti sebagai kulit L buatlah sebanyak 8 buah cekungan dengan formasi 2 cekungan berdekatan dan 6 cekungan berdekatan
  • Pada lingkaran keempat dari inti sebagai kulit M buatlah sebanyak 18 buah cekungan dengan formasi 2 cekungan berdekatan, 6 cekungan berdekatan dan 10 berdekatan
  • Pada lingkaran kelima dari inti sebagai kulit N buatlah sebanyak 32  buah cekungan dengan formasi 2 cekungan berdekatan,  6 cekungan berdekatan, 10 cekungan berdekatan dan 14 cekungan berdekatan
  1. Lakukan pengecatan
  2. Lingkaran inti (paling dalam) cat dengan warna yang berbeda dengan lingkaran yang lain untuk membedakan kulit atom
  3. Cat lobang electron
  • s 2 kelompok berdekatan dengan warna putih
  • p   6 kelompok berdekatan dengan warna hijau
  • d 10 kelompok berdekatan dengan warna ungu muda
  • f 14 kelompok berdekatan dengan warna ungu tua

Model bola electron

          Model bola electron sebenarnya dapat memanfaatkan bola-bola atom (molymode), namun bola-bola tersebut perlu menyesuaikan hole pada papan konel atom. Adapun dibuat:

  1. Bahan: kayu/plastic
  2. Cara Pembuatan
  3. Ambil kayu buat bola-bola electron dengan diameter sekiranya dapat ditempatkan pada lobang tempat electron (hole) dengan jumlah minimal 60 buah
  4. Catlah bola-bola electron tersebut dengan warna electron s warna putih, electron p dengan hijau , d warna ungu muda dan f dengan earna ungu tua

Box konel atom

Box konel atom pada prinsipnya hanya digunakan untuk membungkus papan konel atom ataupun bola electron sehingga dapat digunakan secara praktis dan dapat diatur kembali, sehingga alat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Catatan : perhatikan gambar rancangan konel atom

Gambar  Rancangan Papan  KONEL ATOM

L/2

Keterangan gambar:

Elektron pada status momentum sudut  (orbital) pada  konfigurasi  elektron (s)

Elektron pada status momentum sudut (orbital)   pada konfigurasi (p)

Elektron pada status momentum sudut (orbital) pada konfigurasi elektron(d)

Elekton pada status momentum sudut (orbital)  konfigurasi f

  • K/1 : Kulit Atom K / Tingkat Energi 1
  • L/2 : Kulit Atom L / Tingkat Energi 2
  • M/3 : Kulit Atom M/Tingkat Energi 3
  • N/4 : Kulit Atom N/Tingkat Energi 4

Catatan:

Inti atom diberikan 2 tonjolan  dengan warna berbeda dimaksudkan dalam satu bahwa nukleon terdiri dari proton (sama dengan nomor atom) dan netron (selisih nomor massa dan nomor atom).

Siswa SMP 1 Pamotan menggunakan Kit atom untuk memahami materi atom

Semula membuat kit konel atom semata-mata hanya untuk kalangan sendiri, tetapi karena kemanfaatannya telah dirasakan oleh siswa dalam belajar atom, dan didorong oleh rekan-rekan guru kiranya konel atom dapat disebar luaskan

Maka penulis mengajukan permohonan agar konel atom dapat di produksi oleh produsen alat laboraturium dan alat peraga pendidikan.

Alat konel atom hasil gagasan guru dan di kembangkan oleh PT Pudak Scientific Bandung

Kit konel atom hasil gagasan guru di produksi PT Pudak Science

Penutup

Tidak mudah memang mencarikan solusi agar siswa menjadi paham. Namun demikian bila guru sadar akan tugasnya dan mau bekerja keras niscaya usaha kerja keras akan ada hasilnya. Dan hingga saat ini alat Kit Konel Atom dapat digunakan sebagai alat pembelajaran pada materi:

  1. Aturan penamaan unsur
  2. Partikel materi atom
  3. Partikel materi ion
  4. Molekul unsur dan molekul senyawa
  5. Konfigurasi elektron
  6. Klasifikasi unsur
  7. Kesetabilan unsur
  8. Jari-jari atom
  9. Ikatan kimia:ikatan ion
  10. Ikatan kimia ikatan kovalen
  11. Kekhasan atom karbon
  12. Kedudukan atom karbon
  13. Kelompok senyawa hidrokarbon
  14. Isomer
  15. Model atom mekanika kuantum
  16. Sistem periodik unsur

 

DAFTAR PUSTAKA

Anasasmita., Tisna. Pelajaran Fisika Untuk SLTP Kelas II, Bandung: Sarana Panca

Karya, 1995.

Davies., Eryl. Buku Saku Penemuan, Jakarta: Erllangga, 2001

Hidayat S., Lilik. Kamus Fisika Bergambar, Bandung: Pakar Raya, 2004

Holiday.,David diterjemahkan Silaban.,Pathur, Fisika 2 Jakarta: Erlangga, 1992

Jorgosdzi., Chirstopher dan Potter., Franklin. Maniak Fisika. Bandung:

Pakar Raya, 2005

Lilia Sari, Kimia 1 Untuk SMU, Jakarta: Balai Pustaka, 1987

Kertayasa.,Nyoman, Laboratorium Sekolah & Pengelolaannya, Bandung: Pudak

Science, 2006

Mangun., Widagdo. Soal-Soal Fisika untuk SMP, Jakarta: Erlangga, 1987.

Purba.,Michael. Kimia 1b. Jakarta: Erlangga, 2006

Suratno, Pegangan Guru Konsep Dasar Fisika 2, Semarang: Aneka Ilmu, 2002..

Widodo., Slamet. Bimbingan Pemantapan Sains IPA-Fisika, Bandung: Yrama Widya,

2004.

Yunita, Panduan Demonstrasi dan Percobaan Kimia, Bandung: Pudac Science, 2005

Yunita, Panduan Demonstrasi dan Percobaan Kimia Jilid 2, Bandung: Pudac Science,

2005

 

Halliday, David & Resnick, Robert. 1978. Physics. New York: John Wiley & S

 

 

INISIAL PENULIS

Tri Budiyono, Lahir,  15  Nopember 1967  di Klaten. Pendidikan SD, SMP & SMA di Klaten., Gelar Sarjana di IKIP Jakarta dan Pendidikan Sertifikasi Guru di Unnes pada tahun 2008.

Pengalaman menjadi guru sejak masih di bangku kuliah di tingkat SMP dan SMA hingga sekarang . Menjadi PNS di SMP 1  Pamotan  sejak tahun 1995 – 2013 dan saat ini menjadi Kepala SMP Negeri 2 Gunem dan PLT Kepala  SMK N 1 Gunem  Kab Rembang telah berkali-kali mengantarkan siswanya mengikuti OSN dan berhasil mendapatkan mendali di tingkat Nasional.  Berbagai penelitian, seminar dan pelatihan telah diikuti dan dilaksanakan. Pengalaman menulis juga telah dilakukan dan diterbitkan di berbagai penerbitan berskala Nasional  diantaranya  menulis buku Metode Handtrymatika sebagai metode hasil ciptaannya.

Iklan